Kamis, Desember 13, 2018

Cerpen Sinar Biru (Bagian 2) by Asa Amelia Mahardika



Sinar Biru (Bagian 2)
By Asa Amelia Mahardika

Malam yang dingin juga berkabut menanungi bocah laki-laki yang sedang dirundung kegelisahan. Rasa sesal telah membuatnya tak bisa berkata-kata lagi. Semua karena ulahnya yang tak dapat mengendalikan emosi. Juga karena Adi, musuh bebuyutan yang sering memancing amarah.

Wanita berusia sekitar 35 tahun itu masuk ke kamar Deo setelah mengetuk pintu. Wanita yang sudah lima tahun terakhir bekerja di rumah keluarga Funakoshi sebagai asisten rumah tangga itu mengantarkan segelas susu hangat dan camilan favorit Deo, kentang goreng. Baginya tak ada hidup tanpa kentang, entah itu kentang goreng atau apa pun jenis olahan kentang lainnya.

"Kenapa Tuan Deo? Kok, dari tadi melamun?" tanya Bik Susi sambil meletakkan camilan tersebut.

Deo tersenyum tipis. "Gak apa-apa."

"Ada tugas sekolah yang susah? Sini, biar Bibik bantu."

"Gak usah, ah!" Rona wajahnya berubah menjadi sangar. Merasa tak nyaman akan kehadiran Bik Susi. "Deo lagi mau sendirian!" Wanita itu lantas keluar sedikit berlari.

"Menyebalkan!" gumamnya, lalu menyesap susu hangat sambil otaknya terus berpikir. "Apa yang harus kukatakan pada Ayah nanti?! Bodoh. Kau bodoh, Deo!" katanya memaki diri sendiri.

"Katakan perihal cahaya biru itu, Deo!" Deo tersedak ketika mendengar suara ayahnya yang tiba-tiba sudah berdiri tepat di belakang.

"Ayah tak perlu tau!"

"Katakan! Jangan membuat masalah ini bertele-tele!"

"Justru itu, kalau Deo jelaskan masalah ini akan bertambah rumit dan semakin panjang!"

"Deo, ceritakan pada Ayah. Jangan buat Ayah marah." Nada suaranya melembut. Mungkin ini cara agar membujuk Deo supaya mau menceritakan kekuatannya.

Deo menghela napas dalam-dalam, dirinya pasrah, tak sanggup lagi menutupi semuanya. "Baiklah. Tapi, Ayah janji tak akan membicarakannya pada siapapun?"

"Janji." Pria bermata sipit itu duduk di kasur samping sang anak, menyimak apa saja yang Deo jelaskan.

"Besok pagi kita ke rumah kakek," kata sang ayah sambil berlalu meninggalkan Deo sendirian.

"Tidak! Dasar bodoh!" umpatnya lagi.

Bersambung ....
Cerpen Sinar Biru (Bagian 2)

pblog

pblog

Terima kasih sudah membaca disini


EmoticonEmoticon